Tampilkan postingan dengan label Manchester United FC. Tampilkan semua postingan
Tekanan Untuk Manchester United Semakin Besar
Dewa Goal - Manchester United semakin tertekan menyusul empat kekalahan beruntun yang diterima klub tersebut dalam empat pertandingan terakhir. Dan kini mereka harus mengalihkan fokus untuk duel melawan Chelsea dalam lanjutan Liga Primer Inggris matchday ke-19 di Old Trafford, Selasa (29/12) dinihari WIB.
United baru saja menelan kekalahan keempatnya secara beruntun di semua kompetisi usai ditekuk Stoke City 2-0 di Boxing Day kemarin, dan gelandang senior seperti Michael Carrick membidik duel kontra The Blues sebagai titik awal kebangkitan.
“Kami harus tetap fokus untuk Senin [Selasa dinihari WIB]. Ini [roda nasib] bisa berubah dengan cepat dan jika kami mendulang kemenangan yang bagus, maka mood-nya akan kembali. Mudah-mudahan kami mampu melakukannya.”
Dari kubu lawan, manajer interim Chelsea Guus Hiddink meminta pemainnya untuk tampil lebih bagus setelah di pertandingan kemarin ditahan imbang Watford 2-2 di Stamford Bridge.
Di pertandingan itu, dua gol Diego Costa membuat kedudukan sama kuat setelah Watford sempat unggul melalui Troy Deeney dan Odion Ighalo. Chelsea seharusnya bisa menang seandainya Oscar sukses mengeksekusi penalti di menit 80. Kegagalan penalti itu disayangkan Hiddink, namun ia lebih fokus membahas performa anak asuhnya secara keseluruhan.
“Para pemain harus bisa belajar dari keterpurukan di musim ini dan lebih menunjukkan ambisi untuk ke depannya,” tuturnya kepada Sky Sports.
“Ini adalah laga yang intens. Kami seharusnya bisa menang, tetapi Oscar terpeleset saat penalti. Namun, saya lebih menyukai reaksi para pemain setelah kebobolan gol. Tim ini menunjukkan respons bagus saat tertinggal 2-1,” imbuhnya.
Untuk duel nanti, United masih belum bisa mengandalkan Jesse Lingard (hamstring), Marcos Rojo (dislokasi bahu), Antonio Valencia (kaki) dan Luke Shaw (patah kaki). Terlepas itu, gelandang Bastian Schweinsteiger sudah bisa kembali diturunkan usai menuntaskan masa hukuman selagi bek Matteo Darmian (hamstring) dimungkinkan ikut ambil bagian.
Di kubu lawan, Hiddink akan kehilangan penyerang Radamel Falcao akibat masalah otot dan Costa (skors), sementara sisa skuat dalam kondisi siap tempur.
Melihat Plus-Minus Pep Guardiola Sebagai Manajer Manchester United
Dewa Goal - Siapa yang tidak mengenal Pep Guardiola? Pelatih cerdas yang merevolusi sepakbola dengan gaya tiki-taka yang mengantarnya ke tangga juara bersama Barcelona dan Bayern Munich.
Guardiola pertama kali mengembangkan taktik andalannya tersebut pada 2008 silam sewaktu diberi kepercayaan menukangi Barcelona, yang memang sudah memiliki deretan pemain kelas dunia tak terkecuali Lionel Messi.
Bersama Barca, prestasinya sungguh mengagumkan. Pada 2011 saja, ia sanggup menyapu bersih semua piala yang tersedia sebelum akhirnya memutuskan pergi ke Bayern di musim panas 2013.
Tak beda jauh dengan waktunya di Barca, Guadiola mengubah Bayern menjadi klub yang semakin ditakuti sebagaimana ia berperan sebagai suksesor Jupp Heynckes yang sebelumnya sukses menghadirkan treble.
Di Bayern, pelatih asal Spanyol ini mengembangkan pemainnya sampai mencapai kemampuan terbaik, salah satunya adalah menggeser posisi Philipp Lahm yang awalnya full-back kanan menjadi gelandang pembagi bola sampai ke winger kanan.
Pujian pun kerap dialamatkan kepadanya, salah satunya datang dari mantan gelandang Bayern Olaf Thon, yang menyatakan: “Untuk mengembangkan pemain seperti Jerome Boateng dan melebarkan posisi Philipp Lahm, sebagaimana ia kini adalah winger kanan, Rafinha di sektor kiri – Pep Guardiola telah merevolusi posisi pemain yang sebelumnya tidak pernah kita pikirkan,” ujarnya kepada Omnisport.
Adapun pada Minggu kemarin Bayern mengonfirmasi kepergian Guardiola pada akhir musim, dengan Carlo Ancelotti ditunjuk sebagai suksesor untuk masa jabatan tiga tahun. Pengumumannya itu tak pelak menghadirkan banyak spekulasi, dan ia kini dikaitkan dengan pekerjaan melatih di Liga Primer Inggris – salah satunya adalah Manchester United.
Secara kebetulan, United dipercaya tengah menimbang masa depan manajer Louis van Gaalyang gagal mengangkat prestasi anak asuhnya dalam kurun waktu 18 bulan terakhir.
Kekalahan 2-1 dari Norwich City pada akhir pekan kemarin membuat posisi Van Gaal kian terdesak dan itu menjadi kekalahan ketiga beruntun untuk United di semua kompetisi. Dan lebih dari itu, mereka sudah tidak lagi bisa menang sejak keberhasilan memetik kemenangan di markas Watford pada akhir November, dan mereka kini tengah dalam laju enam laga tanpa menang.
Ada laporan yang mengklaim bahwa pihak klub akan memecat Van Gaal jika tim arahannya kembali kalah saat menyambangi markas Stoke City pada Boxing Day nanti, dan nama Guardiola menjadi salah satu favorit selain Jose Mourinho.
Jika United pada akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Guardiola, bisa jadi pria berusia 44 tahun itu akan merevolusi gaya bermain Setan Merah yang sudah tidak memiliki ciri khas pasca pensiunnya Sir Alex Ferguson. agen bola
Guardiola tidak bisa dipungkiri merupakan sosok pelatih muda nan cerdas, namun ia sejauh ini baru terbukti di liga yang hanya diramaikan oleh dua kuda pacu yang memiliki sumber daya dan kekuatan finansial di atas yang lainnya.
Sewaktu di Spanyol, Guardiola praktis hanya bersaing dengan Real Madrid, sementara di Jerman ia dihadapkan dengan Borussia Dortmund. Namun jika ia berani merambah Inggris, maka klub-klub dari urutan pertama sampai terbawah akan memberinya sakit kepala mengingat pada tahun depan semua klub itu akan mendapat kucuran dana dari hak siar televisi yang tidak sedikit – yang tentu bakal membuat persaingan menjadi semakin ketat.
Terlepas itu, Guardiola dikenal mampu mempromosikan talenta dari akademi dan memaksimalkan skuat yang dimiliki, dan bukan tidak mungkin ia akan membawa United kembali ditakuti dengan kecerdikannya dalam meracik strategi – namun itu semua hanya akan terjadi sampai pihak klub benar-benar melengserkan Van Gaal dan menunjuknya sebagai pengganti.
Melihat Plus-Minus Jose Mourinho Sebagai Manajer Manchester United
Dewa Goal - Manchester United harus segera berbenah. Mau tak mau mereka harus melakukan itu demi mengembalikan nama besarnya yang seolah tinggal sejarah menyusul kegagalan pihak klub menemukan pengganti sempurna Sir Alex Ferguson.
Pasca pensiunnya Sir Alex pada akhir musim 2012/13 silam, United sempat mencoba David Moyes yang berujung kegagalan dan kini ada Louis van Gaal, yang kiranya juga akan bernasib sama lantaran ia tak kunjung mampu mengangkat prestasi anak asuhnya dalam kurun waktu 18 bulan terakhir.
Meski di musim lalu Van Gaal mampu menebus dosa Moyes yang gagal membawa United ke ajang Liga Champions di musim sebelumnya, namun permainan stagnan yang terkesan tak berkembang membuat suporter mulai bosan dan bahkan mencemoohnya.
Kekalahan 2-1 dari Norwich City pada akhir pekan kemarin membuat posisi Van Gaal kian terdesak. Seperti diketahui, itu merupakan kekalahan ketiga beruntun untuk United di semua kompetisi. Dan lebih dari itu, mereka sudah tidak lagi bisa menang sejak keberhasilan memetik kemenangan di markas Watford pada akhir November, dan mereka kini tengah dalam laju enam laga tanpa menang.
Ada laporan yang mengklaim bahwa pihak klub akan memecat Van Gaal jika tim arahannya kembali kalah saat menyambangi markas Stoke City pada Boxing Day nanti, dan nama Jose Mourinho difavoritkan untuk menjadi suksesornya sebagaimana pria Portugal itu kini tersedia setelah dilengserkan dari kursinya di Chelsea pada pekan lalu.
Mourinho adalah salah satu sosok yang diinginkan fans untuk melatih United, meski tak bisa dipungkiri ada juga yang menolaknya. Terlepas itu, The Special One memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang berpotensi menghadirkan berkah sekaligus masalah untuk United.
Satu sisi yang mungkin sangat dibutuhkan United adalah karakternya yang merupakan seorang juara. Mourinho terbukti sebagai pemenang di sejumlah klub yang ia asuh. Mulai dari FC Porto, Chelsea, Inter Milan sampai Real Madrid, kredibilitas pria 52 tahun ini tidak perlu diragukan lagi.
Mourinho juga merupakan sosok favorit bagi Sir Alex, yang dengan terang-terangan menyebutnya sebagai salah satu manajer terbaik di dunia, selagi pria Skotlandia itu diyakini pernah menginginkannya sebagai penerusnya di Theatre of Dreams namun hal itu ditolak oleh legenda klub seperti Sir Bobby Charlton.
Dalam hal ini, Sir Bobby menolak Mourinho karena ia khawatir dengan perangai dan mulut besar Mou yang bisa mengundang banyak masalah, dan itu merupakan fakta yang tak bisa dibantah menimbang itu sudah menjadi gaya serta karakteristiknya dalam melatih.
Pada 2012 silam, Charlton sempat berkata kepada ITV bahwa ia tidak menginginkan Mourinho sebagai pengganti Sir Alex, yang akan pensiun di akhir musim, mengingat ulahnya yang tidak bisa diterima – salah satunya adalah mencolok mata mendiang Tito Vilanova dalam pertemuan Madrid kontra Barcelona di Piala Super Spanyol 2011.
“Seorang manajer United tidak akan melakukan itu,” buka Charlton, yang menjabat sebagai direksi Setan Merah, waktu itu. “Mourinho memang adalah manajer yang sangat bagus, namun hanya itu yang akan saya katakan.”
Meski begitu, di sini seperti ada kesamaan antara Mourinho dan Sir Alex, di mana keduanya sudah terbukti sebagai pemenang dan sama-sama doyan melakukan segala cara demi memenangkan timnya, termasuk melakukan psy war sampai melindungi pemainnya yang disudutkan banyak pihak.
Sir Alex sewaktu melatih berulang kali melindungi pemainnya seperti Eric Cantona yang bermasalah akibat kasus tendangan kung-fu pada 1995, David Beckham pasca kartu merahnya di Piala Dunia 1998 dan Cristiano Ronaldo yang terlibat cek-cok dengan Wayne Rooney di Piala Dunia 2006 di Jerman.
Mourinho juga demikian, ia siap sedia melindungi pemainnya bahkan tak segan melakukan serangan balik demi menjatuhkan para pencibir. Dan ketika ia melancarkan itu, maka sirkus media takkan berhenti sampai pihak berwenang (FA) datang menengahi dengan memberi sanksi.
Jika United pada akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Mourinho, bisa jadi mereka akan kembali memiliki nama besarnya beserta jaminan pemain terbaik dunia yang kiranya bakal masuk mendampingi sang manajer. Akan tetapi, United perlu berhati-hati karena Mourinho memiliki titik kurang, salah satunya adalah ia yang tidak terlalu cakap mengembangkan bakat dari akademi, dan tak jarang salah melepas pemain seperti kasus Kevin De Bruyne.
Semua mata kini tertuju ke Old Trafford dan kelanjutan nasib Van Gaal. Bukan tidak mungkin sosok berpengalaman itu akan dilengserkan pada akhir pekan ini jika sampai kalah dari Stoke. Dan skenarionya menjadi semakin menarik jika Mourinho jadi melatih United, dengan ia kemudian akan menjalani laga perdananya melawan Chelsea sebelum pergantian tahun.
Akankah hal itu terjadi?
Norwich City Bungkam Manchester United Dengan Skor 2-1
Dewa Goal - Pelatih Manchester United Louis van Gaal semakin berada di bawah tekanan setelah melihat anak asuhnya dipermalukan Norwich City dengan skor 2-1 di Old Trafford.
Babak Pertama
Setan Merah mencoba bermain agresif sejak peluit tanda pertandingan dimulai berbunyi. Hal itu membuat Wayne Rooney sukses mengoyak jala Norwich City ketika laga baru berjalan sepuluh menit, namun sayang wasit menganulirnya karena ia sudah terjebak offside.
Enam menit kemudian, Rooney mendapatkan kesempatan lagi, memanfaatkan umpan silang Juan Mata yang berakselerasi pada sayap, striker asal Inggris itu kembali gagal mengubah skor setelah upayanya melebar.
Skuat asuhan Louis van Gaal terus menyiakan peluang yang mereka dapat, salah satunya ketika tendangan penjuru Daley Blind tidak berhasil diantisipasi pertahanan lawan, namun sayang Fellaini dan Smalling juga gagal menjangkau bola.
Kegagalan memaksimalkan peluang harus dibayar mahal setelah serangan balik Norwich membuahkan gol melalui kaki Cameron Jerome. Gol yang tercipta tujuh menit jelang turun minum itu akhirnya gagal dikejar oleh tim tuan rumah.
Babak Kedua
Tidak ada alasan bagi Man United untuk tidak meningkatkan intensitas serangan di paruh kedua, namun kembali melalui serangan balik, Norwich mampu menggandakan keunggulan ketika laga baru dimulai kembali selama sembilan menit.
Kali ini, Jerome memberikan umpan matang yang diselesaikan dengan sempurna oleh Alexander Tettey untuk memperdaya De Gea dan mengubah skor menjadi 2-0.
Van Gaal mencoba melakukan perubahan dengan memasukkan Ander Herrera menggantikan Fellaini pada menit ke-61. Lima menit berselang, tuan rumah mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 setelah Martial dengan sangat baik memaksimalkan umpan silang Ashley Young.
United terus memberi tekanan di sisa waktu yang ada, namun performa apik kiper Rudd mampu mementahkan semua peluang tuan rumah.
Norwich juga bukan tanpa peluang tambahan, mereka nyaris menyegel kemenangan di menit ke-84 ketika tembakan Mulumbu mengalir deras ke arah gawang United, beruntung kali ini De Gea mampu melakukan penyelamatan sehingga tidak mengubah skor.
Hingga pertandingan berakhir, ketertinggalan satu gol tidak bisa dikejar oleh Setan Merah, sehingga The Canaries keluar dari Old Trafford dengan kepala tegak dan tentu poin penuh.
Susunan Pemain Manchester United: De Gea; Young, Jones, Smalling, Blind; Carrick, Fellaini, Memphis, Mata; Martial, Rooney.
Norwich City: Rudd; Martin, Bennett, Bassong, Olsson; Redmond, O'Neil, Tettey, Brady; Hoolahan; Jerome.
Kepercayaan Louis Van Gaal Kepada Javier Hernandez Hanya 1 persen
Javier Hernandez mengakui, ia sebenarnya tidak ingin meninggalkan Manchester United pada musim panas kemarin. Namun, rencana tersebut berubah setelah ia mendengarkan pernyataan Louis Van Gaal yang menyebut bahwa dirinya hanya akan mendapatkan kesempatan bermain sati persen.
Hernandez dijual ke Bayern Leverkusen pada akhir Agustus silam dan sudah menggelontorkan 17 Gol dari 20 penampilan di musim ini. Perfoma gemilang Hernandez tersebut berbarengan dengan seretnya Gol di kubu Old Trafford sehingga memunculkan kritik terhadapt Van Gaal. Kini, Penyerang Meksiko itu membeberkan alasannya di balik kepergiannya ke Jerman.
"Saya tidak ingin pergi (dari United), tapi saya juga ingin mendapatkan menit bermain lebih. Van Gaal memberi tahu bahwa ia sudah memiliki striker pilihannya, meminta saya untuk terus bertarung mendapatkan tempat, dan mempertimbangkan tawaran dari klub lain, "tututnya dalam sebuah acara televisi spanyol, Selasa. (15/12)
"Direksi klub memperbolehkan saya untuk dipinjamkan ke Real Madrid, Lalu saya balik ke Manchester. Saya mulai mendapatkan kesempatan. Tetapi suatu hari, saya berbicara kepada Van Gaal dan saya diberitahu bahwa saya hanya punya kesempatan bermain satu persen."
"Saya pun pindah ke Bayer. Disini , saya merasa percaya diri sejak hari pertama. Saya merasa dianggap di Bayer," tuturnya.
Langganan:
Postingan (Atom)










Follow Us