Image and video hosting by TinyPic
Dapatkan Segera Bonus Cashback 10% dari www.DoyanCash.com, jangan sampai ketinggalan... :)
Tampilkan postingan dengan label Barcelona. Tampilkan semua postingan

Barcelona Batal Merekrut Pemain Muda

Dewa Goal

Dewa Goal - Barcelona batal merekrut pemain muda, Sergi Guardiola, hanya beberapa jam setelah resmi mengontraknya. Pasalnya, Guardiola diketahui pernah menghina Catalunya, wilayah klub Barcelona berada.

Pada 28 Desember 2015, Barcelona melalui situs resminya mengumumkan transfer tiga pemain, yakni Guardiola, Xemi Fernandez, dan Moises Delgado. Ketiganya bakal menjadi pemain Barcelona B di bawah asuhan Gerard Lopez Segu.

Selang beberapa jam kemudian, situs resmi Barcelona hanya mengumumkan Xemi dan Moises sebagai rekrutan anyar. Sementara itu, Guardiola kontraknya diputus karena dianggap telah menghina wilayah Catalunya.

"Barcelona mengumumkan memutus kontrak Sergi Guardiola yang tadinya akan bermain di Barcelona B. Keputusan dibuat setelah mengecek tweet sang pemain yang menghina Catalunya," tulis pernyataan resmi klub.


Saat bermain untuk Getafe B pada 2013, Guardiola pernah membalas sebuah kicauan dari @tonalcover dengan kata-kata mendukung Real Madrid serta ditengarai menulis hinaan untuk Catalunya. Cerita masa lalu itu lantas diketahui pihak Barcelona.

Setelah kontrak singkatnya diputus Barcelona, Guardiola langsung mengunci akun Twitter-nya, @sergiguardiola7. Namun, hingga berita ini dibuat, Guardiola tetap memasang foto profil saat sepakat bergabung dengan Barcelona.

Presiden Badan (LFP) : Arti Penting Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Bagi La Liga

Dewa Goal

Dewa Goal - Presiden Badan Liga Spanyol (LFP), Javier Tebas, mengatakan arti penting Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo bagi La Liga. Menurut Tebas, berkat dua bintang tersebut, nilai hak siar televisi La Liga melonjak tinggi.

Tak bisa dipungkiri jika sepak bola Spanyol berkiblat pada dua klub saja, yakni Real Madrid dan Barcelona. Bahkan, laga yang mempertemukan keduanya bertajuk El Clasico menjadi hal yang paling dinantikan di seluruh dunia.

Fakta tersebut pun tak terlepas dari adanya pemain bintang seperti Messi dan Ronaldo. Persaingan jumlah gol, prestasi, dan rekor pribadi keduanya menjadi yang paling menarik perhatian.

Menurut nya (Javier Tebas), La Liga terbantu dengan kehadiran Messi dan Ronaldo yang bermain di kompetisi tersebut. Dengan adanya dua nama pemain bintang itu, pamor kompetisi tertinggi Spanyol semakin melonjak.



"Hal yang membantu La Liga saat menjual hak siar televisi ketika hadirnya pemain bintang seperti Messi dan Ronaldo di tim-tim kami. Itu sangat penting. Jika kami mendapati kenyataan saat mereka hijrah dari La Liga, kami akan memiliki masalah dengan hak siar televisi," ucap Tebas.


Dewa Goal


"Saat ini, kami sangat beruntung memiliki pemain terbaik di dunia seperti Messi dan Ronaldo. Selain itu, kami juga punya tim terbaik di dunia seperti Barcelona dan Real Madrid," ucap Tebas.

Melihat Plus-Minus Pep Guardiola Sebagai Manajer Manchester United


Dewa Goal - Siapa yang tidak mengenal Pep Guardiola? Pelatih cerdas yang merevolusi sepakbola dengan gaya tiki-taka yang mengantarnya ke tangga juara bersama Barcelona dan Bayern Munich.
Guardiola pertama kali mengembangkan taktik andalannya tersebut pada 2008 silam sewaktu diberi kepercayaan menukangi Barcelona, yang memang sudah memiliki deretan pemain kelas dunia tak terkecuali Lionel Messi.
Bersama Barca, prestasinya sungguh mengagumkan. Pada 2011 saja, ia sanggup menyapu bersih semua piala yang tersedia sebelum akhirnya memutuskan pergi ke Bayern di musim panas 2013.
Tak beda jauh dengan waktunya di Barca, Guadiola mengubah Bayern menjadi klub yang semakin ditakuti sebagaimana ia berperan sebagai suksesor Jupp Heynckes yang sebelumnya sukses menghadirkan treble.
Di Bayern, pelatih asal Spanyol ini mengembangkan pemainnya sampai mencapai kemampuan terbaik, salah satunya adalah menggeser posisi Philipp Lahm yang awalnya full-back kanan menjadi gelandang pembagi bola sampai ke winger kanan.
Pujian pun kerap dialamatkan kepadanya, salah satunya datang dari mantan gelandang Bayern Olaf Thon, yang menyatakan: “Untuk mengembangkan pemain seperti Jerome Boateng dan melebarkan posisi Philipp Lahm, sebagaimana ia kini adalah winger kanan, Rafinha di sektor kiri – Pep Guardiola telah merevolusi posisi pemain yang sebelumnya tidak pernah kita pikirkan,” ujarnya kepada Omnisport.
Adapun pada Minggu kemarin Bayern mengonfirmasi kepergian Guardiola pada akhir musim, dengan Carlo Ancelotti ditunjuk sebagai suksesor untuk masa jabatan tiga tahun. Pengumumannya itu tak pelak menghadirkan banyak spekulasi, dan ia kini dikaitkan dengan pekerjaan melatih di Liga Primer Inggris – salah satunya adalah Manchester United.
Secara kebetulan, United dipercaya tengah menimbang masa depan manajer Louis van Gaalyang gagal mengangkat prestasi anak asuhnya dalam kurun waktu 18 bulan terakhir.
Kekalahan 2-1 dari Norwich City pada akhir pekan kemarin membuat posisi Van Gaal kian terdesak dan itu menjadi kekalahan ketiga beruntun untuk United di semua kompetisi. Dan lebih dari itu, mereka sudah tidak lagi bisa menang sejak keberhasilan memetik kemenangan di markas Watford pada akhir November, dan mereka kini tengah dalam laju enam laga tanpa menang.
Ada laporan yang mengklaim bahwa pihak klub akan memecat Van Gaal jika tim arahannya kembali kalah saat menyambangi markas Stoke City pada Boxing Day nanti, dan nama Guardiola menjadi salah satu favorit selain Jose Mourinho.

Jika United pada akhirnya menjatuhkan pilihannya kepada Guardiola, bisa jadi pria berusia 44 tahun itu akan merevolusi gaya bermain Setan Merah yang sudah tidak memiliki ciri khas pasca pensiunnya Sir Alex Ferguson. agen bola
Guardiola tidak bisa dipungkiri merupakan sosok pelatih muda nan cerdas, namun ia sejauh ini baru terbukti di liga yang hanya diramaikan oleh dua kuda pacu yang memiliki sumber daya dan kekuatan finansial di atas yang lainnya.
Sewaktu di Spanyol, Guardiola praktis hanya bersaing dengan Real Madrid, sementara di Jerman ia dihadapkan dengan Borussia Dortmund. Namun jika ia berani merambah Inggris, maka klub-klub dari urutan pertama sampai terbawah akan memberinya sakit kepala mengingat pada tahun depan semua klub itu akan mendapat kucuran dana dari hak siar televisi yang tidak sedikit – yang tentu bakal membuat persaingan menjadi semakin ketat.
Terlepas itu, Guardiola dikenal mampu mempromosikan talenta dari akademi dan memaksimalkan skuat yang dimiliki, dan bukan tidak mungkin ia akan membawa United kembali ditakuti dengan kecerdikannya dalam meracik strategi – namun itu semua hanya akan terjadi sampai pihak klub benar-benar melengserkan Van Gaal dan menunjuknya sebagai pengganti.

Gerrard Piqué: Saya Mengagumi Ramos Karena Membela Rekan Setimnya, Sungguh,"Tegas Bek BArcelona Ini".


Dewa Goal - Gerard Pique menyatakan kekagumannya pada Sergio Ramos setelah kapten Real Madrid itu membela Alvaro Arbeloa dalam perang kata-kata dengan sang bek Barcelona.
Arbeloa menyebut Pique terobsesi dengan El Real menyusul ejekan darinya via Twitter terkait kasus Denis Cheryshev, yang akhirnya membuat Madrid didiskualifikasi dari ajang Copa del Rey.
Pique lantas merespons balik dan mengaku Arbeloa sekadar kenalan, bukan kawannya, dan soal ini Ramos ikut bersuara dengan meminta rekannya di tim nasional Spanyol itu agar lebih menunjukkan respek. Sementara eks gelandang Madrid Esteban Granero juga meramaikan perdebatan, menganjurkan Pique untuk "melupakan kebenciannya dan menghormati yang lebih tua".

Kini, berbicara jelang laga semi-final Piala Dunia Antarklub menghadapi Guangzhou Evergrande, Pique berusaha mendinginkan suasana.

"Ramos adalah kapten Real Madrid dan harus membela Arbeloa," kata kekasih Shakira itu.
"Mereka adalah rekan setim dan normal saja dia membelanya. Saya mengagumi Ramos karena membela rekan setimnya, sungguh."
"Tweet Granero terkait hal ini? Saya tidak terkejut dengan itu..."

"Tetapi saya tak memiliki hal lain untuk dikatakan tentang Arbeloa. Saya menyebutnya 'un cono...cido' [yang berarti kenalan tetapi juga merujuk kepada sapaan ejekan untuk Arbeloa "cono" - bermakna kerucut], semua orang bebas menerjemahkan itu sesuai keinginan mereka."

Guangzhou Evergrande Andalkan Amunisi Brasil Untuk Menghadapi Barcelona


Dewa Goal - Akan ada aroma Brasil dalam bentrokan Kamis sekarang saat Jawara Asia Guangzhou Evergrande berjumpa dengan Barcelona di semi-final Piala Dunia antar klub. Pemain-pemain seperti Dani Alves dan Neymar untuk jawara Spanyol itu, sementara raksasa Tiongkok ini akan dipimpin oleh mantan pemenanng Piala Dunia Luiz Felipe Scolari.



Tak kurang dari empat bintang Brasil akan bersiap untuk ambil bagian di Stadium Internasional Yokohama.

Dibawah ini, Chevrolet Brasil Global Tour mengajak Anda melihat lebih dekat para bintang Selecao tersebut, berharap bisa menghadirkan kejutan besar saat menghadapi jawara Liga Champions di Jepang pada pekan ini.

Luis Felipe berharap menambah torehan gelarnya untuk mewarnai perjalanan kariernya sebagai pelatih paling bersejarah. Pada November, dia menahkodai Guangzhou ke Liga Champions Asia, menyamai perncapaian Marcelo Lippi dengan menjuarai Piala Dunia dan sejumlah titel besar di level klub dalam dua Benua.

Sementara pihaknya bakal menjadi tim underdog pada laga semi-fineal kontra Barcelona Kamis esok, Venue untuk bentrokan ini menyimpan kenangan tersendiri bagi Felipao di mana dia pernah berada di Yokohama saat mengomandoi Selencao meraih gelar juara dunia kelima kalinya pada 2002. Ini adalah kesempatan ketiga bagi Scolari untuk meraih titel Piala Dunia Antar klub. Scolari tak terkalahkan sejak menggantikan Fabio Cannavaro  Juni lalu setelah memoles Guangzhou meraih 19 kemenangan dan lima hasil imbang.


Pemain internasional Brasil Paulinho bergabung dengan klub dari Tottenham Hotspur pada Juni tahun ini, dan tak memerlukan banyak waktu untuk menghadirkan impresi besar dengan membantu klub merengkuh gelar Liga Super Tiongkok dan Liga Champions Asia dalam enam bulan pertamanya dengan klub. Gelandang yang dikenal pantang lelah menyisir seluruh lapangan, yang menginspirasi Corinthians meraih titel liga Brasil pada 2011 dan Copa Libertadores pada 2012, membuatnya tetap dipandang sebagai ancaman di depan gawang.
Mengantungi 32 caps di timnas Brasil, dia menjadi sosok kunci dalam skuat Selecao garapan Scolari yang menjuarai Piala Konfederasi 2013 dan bagian tak terpisahkan dari pencapaian semi-final tim di Piala Dunia tahun lalu. Pemain 27 tahun itu memiliki pengaruh yang besar di Piala Dunia Antarklub, menjadi penentu kemenangan di menit akhir dalam laga perempat-final kontra klub Meksiko, America. Paulinho pernah menjuarai kompetisi ini, setelah merengkuh gelar bersama Corinthians pada 2012 ketika mereka menundukkan Chelsea 1-0.


Pemain 24 tahun ini merupakan contoh lainnya yang berkembang di sepakbola Asia, yang merupakan talenta Brasil yang tak pernah terlihat sebelumnya. Gourlat menonjol sebagai salah satu bintang dari Cruzeiro yang menjuarai dua titel divisi utama Brasil secara berturut-turut pada 2013 dan 2014, yang lantas menggugah Dunga untuk memberikannya sebuah panggilan timnas.
Namun Dia baru sekali mencatatkan caps bagi negaranya sebelum keputusannya menuju Asia, yang tampaknya mengakhiri kesempatannya lebih besar bagi Selecao, setidaknya dalam jangka pendek. Mendulang penghargaan pemain terbaik Brasil 2014, dia melanjutkan karier gemilangnya di Tiongkok, di mana dia mampu mencetak 27 gol dalam 42 penampilannya sejak tiba di sana dan dia merupakan topskor di Liga Champions Asia tahun ini.
Mantan striker Santos, Milan dan Real Madrid ini bisa dikatakan sebagai pemain terbaik Brasil di Copa America tahun ini, akan tetapi tak pernah lagi dipanggil pelatih Dunga setelahnya. Karier internasionalnya mungkin akan semakin parah menyusul kepindahannya ke Asia. Membela negaranya dalam 99 pertandingan, dia akan berharap mempertahankan kepercayaan Scolari setelah ditarik keluar ketika half-time menghadapi America di perempat-final.
Pernah menjuarai sekali Copa America dan dua kali Piala Konfederasi, Robinho bertekad besar memainkan peran utama setelah adanya batas untuk para pemain asing yang membuatnya sempat tidak bisa terlibat dalam skuat Liga Champions Asia. Menghadapi teman dan mantan rekan setimnya Neymar akan menjadi momen yang spesial bagi sang striker veteran, yang mana masih mendapatkan label sebagai pesepakbola bola favorit di mata Neymar. Robinho meneken kontrak enam bulan dengan klub ini pada Juni lalu dan dia telah mengepak tiga gol dalam sembilan penampilan liga sejak kedatangannya di Tiongkok.


Sebagaimana pelatih Brasil Dunga yang melanjutkan pencariannya akan sosok No. 9 untuk memimpin lini serang Selecao, Elkeson akan bertanya-tanya, apalagi yang bisa dibuktikannya untuk menarik perhatian sang pelatih dan meraih panggilan timnas untuk pertama kalinya. Pemain 26 tahun ini bergabung ke klub dari Botafogo pada 2013 dan telah berada dalam tren mencetak gol yang luar biasa sejak menuntaskan kepindahan dari Brasil senilai €6 juta.
Merengkuh anugerah Pemain Terbaik 2014 di Tiongkok, torehan lebih dari 70 golnya membuat dia menginspirasi klub untuk meraih tiga titel liga dan dua trofi Liga Champions Asia. Itu adalah pencapaian menakjubkan dirinya, dan memberi Guangzhou satu-satunya gol di laga yang menyisihkan Al Ahli dari Uni Emirat Arab, di mana mereka merengkuh gelar titel ACL bulan lalu. Elkeson tak diragukan lagi, akan menyedot perhatian tinggi bagi lini pertahanan Barcelona pada bentrokan Kamis ini.

Berita Bola Terupdate dan Live Score © 2015. All Rights Reserved | Powered By Blogger | Blogger Templates

|Prediksi Togel Online|